Rabu, 13 Juli 2011

Di Atas Tanah Abang

Saat pertemuan gubernur seluruh dunia di Danau Toba Medan beberapa waktu lalu, mereka melakukan rekreasi bersama keliling dunia dengan fasilitas pesawat dari Amerika.

Kebetulan Gubernur DKI Sukirmo bersama Arnold Susahbener (Gubernur California) dan Tuanku Tun Abdul Rozaki dari Malaysia dalam satu pesawat. Seperti biasa, setiap gubernur selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya lewat perjalanan angkasanya. Tidak lama Arnold mengeluarkan tangannya dan sesaat kemudian dia berkata, "Wah kita sedang berada di atas New York!"

Sukirmo kaget, "Lho kok bisa tau sih?"
"Itu.. patung Liberty kepegang!” jawab Arnold dengan bangganya. Nggak mau kalah Tun Abdul Rozaki, ikut menjulurkan tangannya keluar. "Tau nggak... kita sedang berada di atas kota Kuala Lumpur,” katanya dengan sombongnya.

Sutiyoso, "Wah... kok bisa tau juga?.
“Itu, menara Petronas kepegang!” sahutnya.

Karena disombongin sama dua sahabatnya ini, giliran Sukirmo yang menjulurkan tangannya keluar pesawat, "Wah... kita sedang berada di atas Tanah Abang!” teriak Sukirmo.


"Lho kok bisa tau sih?" tanya dua temannya heran kepada Sukirmo.
"Ini... jam tangan saya ilang...”

Label:

Jam Indikator

Suatu saat ada seorang duta besar meninggal dan dikirim ke alam baka, di sana dia dijemput oleh malaikat dan kemudian diajak berkeliling. Ternyata di sana ada banyak sekali indikator tingkat korupsi di seluruh dunia dalam bentuk jam yang mewakili tiap negara, dan si malaikat itu menjelaskan satu per satu.

"Lihatlah ini adalah indikator negara Brunei Darussalam, jarum jamnya bergerak lambat, ini menunjukkan hampir tidak ada korupsi sama sekali sehingga rakyatnya makmur sekali," kata malaikat.

"Ooh begitu..," duta besar itu menjawab.

"Lihatlah ini juga, ini indikator milik Amerika Serikat, jarum jamnya bergerak lambat, artinya ada korupsi tetapi rakyatnya masih makmur," tambah Malaikat.

"Ooh ya ya..," duta itu mengangguk-angguk. Mereka berkeliling melihat jam korupsi di seluruh dunia, sampai akhirnya duta itu bingung dan bertanya, "Koq sampai sekarang saya tidak melihat jam milik Indonesia? Apa berarti di Indonesia tidak ada korupsi sama sekali?.
Hebat juga, pemimpinnya memang saleh!"

Malaikat memotong sambil kesal, "Ah bagaimana kamu itu, sudah berjam-jam berjalan dengan saya tidak sadar juga. Lihat 'kipas angin' yang saya pakai di pergelangan tangan saya ini."

Label:

Neraka Indonesia

Seorang warga negara Indonesia meninggal dan karena dosanya berjibun dia dikirim ke neraka. Di Neraka dia mendapatkan kenyataan bahwa ada bermacam-macam neraka, yang diberi nama sesuai dengan nama negara yang ada di dunia.

Tapi orang Indonesia sialan yang penuh dosa itu diperbolehkan memilih neraka mana pun yang dia sukai untuk menjalani azab.

Pertama dia datang ke neraka orang Jerman dan bertanya, "Kalian ngapain aja di sini?”

Orang di situ menjawab, "Pertama-tama, kita didudukkan di kursi listrik selama satu jam. Lalu kemudian ada yang membaringkan kita di atas ranjang paku selama satu jam lagi. Setelah itu, setan Jerman muncul dan memecut kami sepanjang sisa hari."

Karena kedengarannya agak berat, orang Indonesia itu pergi ke neraka yang lain. Dia coba melihat-lihat bagaimana keadaan di neraka Amerika Serikat, Inggeris, Hong Kong, Singapura, dan neraka Rusia. Hampir semua neraka dia datangi, dan dia berkesimpulan bahwa semua neraka itu kurang-lebih sama saja dengan neraka Jerman.
Akhirnya ia tiba di neraka Indonesia, dan melihat antrean orang panjaaaaaaang sekali. Anehnya, orang yang antre itu terdiri dari berbagai bangsa: Amerika, Hongaria, Yahudi, Cina, India, Turki, Iran, Arab dan juga Negro dari Afrika. Mereka menunggu giliran untuk masuk dengan sabar. Si Indonesia tadi heran dan bertanya, "Apa yang dilakukan di sini?"

Seseorang dalam antrean dengan wajah berseri-seri menjawab, "Pertama-tama, ada yang mendudukkan kita di atas kursi listrik selama satu jam. Lalu ada yang membaringkan kita di atas ranjang paku selama satu jam lagi. Lalu sesudah itu setan Indonesia pun muncul. Dia ditugasi memecut kita selama sisa hari."

"Lha, persis sama dengan neraka-neraka yang lain. Kenapa kalian begitu bodohnya, antre begitu lama untuk masuk? Ke neraka yang lain saja, kan tak perlu antre?!"

"Di sini," kata orang di dalam antrean tadi, "pemeliharaan begitu buruknya. Kursi listriknya nggak ada strumnya, karena sudah rusak dan nggak diperbaiki. Paku-paku di ranjang tempat kita dibaringkan sudah pada hilang dicuri orang. Setannya adalah mantan pegawai negeri. Jadi, mereka cuma datang, tandatangani absen, pegang­pegang pecut, lalu pergi ke kantin ngobrol dan ngerokok di situ."

Label:

Perang Nuklir

Seorang ahli nuklir presiden Korea Utara datang menghadap untuk membicarakan program nuklirnya.

Presiden, "Kita harus menghadapi Amerika! Kita harus buktikan kemampuan nuklir kita, cepat kamu luncurkan rudal jarak jauh kita, Tae Podong."

Ahli nuklir, "Maaf, Pak, bukankah kita sesungguhnya tidak punya hulu ledak nuklir!" Presiden, "Saya tau, luncurkan saja tanpa memakai hulu ledak apapun!!"
Akhirnya Korea utara meluncurkan rudal kosongnya menembus Los Angeles, tentunya tidak meledak, semua koran dan TV memberitakannya dan menjadi headline.

Beberapa waktu kemudian Presiden Korea Utara muncul di TV dan mengatakan, "Militer kami sengaja melakukan itu untuk membuktikan kemampuan jarak peluncur rudal kami (Tae Podong), selanjutnya rudal kami akan diisi hulu ledak Nuklir!!”

Amerika terkejut dan ketakutan, pejabat Amerika mengadakan kesepakatan damai dan akan memberikan bantuan uang untuk merestrukturisasi pembangunan Korea Utara dengan catatan Korea Utara tidak meluncurkan nuklir. Di markas besar Korea Utara…

Ahli Nuklir, "Pak, negara kita adalah negara berdaulat kenapa kita mau berdamai dengan negara seperti Amerika" Presiden, "Kamu tau apa sih!! Sudahkah kau terima uang pembangunan dari Amerika itu!!"

Ahli nuklir, "Sudah, Pak, ini uangnya!!"

Presiden, "OK, cepat kau pergi ke China!!"

Ahli nuklir, "Bukannya uangnya untuk pembangunan negara kita, Pak!!"

Presiden, "Kau bodoh sekali!!! Kau ke sana untuk membeli 20 hulu ledak nuklir!! Sekarang kita bisa meluncurkan rudal kita ke Los Angeles dengan nuklir sungguhan!!"

Ahli nuklir, "Anda memang hebat! Mampu ngibulin Amerika..."

Label:

Calon Presiden

Seorang pejabat tinggi di Indonesia yang akan mencalonkan diri menjadi presiden 2014 mendatang, belajar kepada petinggi Singapura cara memilih menteri yang pintar dan tepat. Maka kemudian berkunjunglah dia ke rumah petinggi Singapura tersebut.

"Bagaimana caranya memilih menteri yang pintar, di negara Anda?” tanya calon presiden RI tersebut.

"Wah gampang, kita test saja kecerdasannya," jawab petinggi Singapura. Dan tokoh Singapura itu pun memanggil bawahannya, Goh Chok Eong. Pejabat tersebut mengajukan satu pertanyaan yang harus dijawab oleh Goh dengan cepat dan tepat,

"Hai, Goh, misalkan orangtuamu punya anak tiga orang. Siapakah gerangan anak yang bukan kakakmu, dan bukan pula adikmu?”

Goh menjawab tangkas, "Ya itu saya sendiri.”

Pejabat tersebut bertepuk tangan, "Angka 10 buat Goh. That's why I chose him. He is smart!”

Pejabat Indonesia tersebut sangat terkesan dengan cara memilih menteri gaya Pejabat Singapura tersebut.
Pulanglah Dia ke Jakarta dan segera mempraktekkan ilmu barunya. Dia kemudian menguji Seto Sulangit, salah satu calon menterinya bila terpilih.

"Seto Sulangit, coba sampeyan jawab pertanyaan daripada saya ini, misalken orangtua daripada sampeyan punya anak tiga orang, siapakah gerangan anak yang bukan kakak sampeyan, dan bukan pula adik sampeyan?” tanya pejabat Indonesia tersebut.

Ternyata Seto Sulangit tidak segera dapat menjawab. Tapi dia punya akal dan minta permisi sebentar ke luar ruangan, dan dia bertemu Subrata, bawahannya. "Coba, Mas Brata,” katanya kepada bawahannya ini,

"Misalkan orangtua situ punya anak tiga orang, siapa gerangan anak yang bukan kakaknya situ dan bukan pula adiknya situ?”

Subrata berpikir lima menit, lalu menjawab, "Itu jelas saya, Pak.”

Seto Sulangit senang, dan masuk kembali keruang pejabat Indonesia tersebut, dia langsung maju, "Mohon petunjuknya.........eh pertanyaannya diulang Pak?"

Pejabat Indonesia tersebut dengan penuh sabar dan senyum mengulangi, "Orangtua daripada sampeyan punya anak tiga orang. Siapakah anak yang bukan kakak daripada sampeyan dan bukan adik daripada sampeyan?"

Seto Sulangit kali ini menjawab tangkas, "Ya, itu pasti Subrata, Pak!"

Pejabat Indonesia Ini ketawa geli, "Seto...Seto.....sampeyan ini gimana! jawabannya ya salah....... jawaban daripada yang benar. Orang itu adalah Goh Chok Eong. Begitu saja koq ndak tau, To... Seto!"

Label:

Orang Miskin Berkurang?

Harga BBM naik, jumlah rakyat miskin pasti akan berkurang, diperkirakan analisanya sebagai berikut:

Tadinya rakyat miskin pada naik bis, sekarang jadi jalan kaki… terus di jalan mereka tertabrak metromini yang ngebut karena nguber setoran, terus mati --> RAKYAT MISKIN BERKURANG.

Tadinya rakyat miskin makan sehari sekali, terus menjadi makan sekali untuk tiga hari (karena daya belinya turun), lama-kelamaan rakyat miskin mati --> RAKYAT MISKIN BERKURANG.


Tadinya rakyat miskin yang pada sakit masih bisa beli obat generik, kini tidak lagi bisa membeli lagi, ato tadinya ke Puskesmas bisa naik angkot sekarang jalan kaki, jadi malah mati di jalan --> RAKYAT MISKIN BERKURANG.

Ada rakyat miskin yang jadi stress mikirin BBM yang naik, saking mikirnya.... sampe lupa makan dan minum.... akhirnya mati juga -­> RAKYAT MISKIN BERKURANG.


Ada rakyat miskin yang kreatif dan berinisiatif, buat memenuhi kebutuhannya mereka nyolong ayam tetangga, ketangkap, digebukin massa..... sampe mati juga --> RAKYAT MISKIN BERKURANG.

Label:

Saat Bertindak Cepat

Saat mendengar ada bencana Tsunami di wilayahnya, pemimpin Kerajaan Ngalengko memanggil ajudannya.

Pemimpin: "Hey, Ajudan, ke sini!"

Ajudan: "Ya, Pak!"

Pemimpin: "Ada gempa dan tsunami menimpa wilayah kita. Sangat parah. Cepat sekarang juga kamu ke Pasar Glodok, Medan, Batam, Singapura!"

Ajudan: "Lho koq? Bencananya di Ngalengko kok malah ke sana perginya?"

Pemimpin: "Di sana ada ribuan chainblock (hoist) atau takel, ada ribuan generator set (genset mini), ada ribuan meter sling (tali kawat baja) di Pasar Glodok, ada ribuan mesin pemotong pipa, ada ribuan
mesin las, ada ribuan filter air, dll, ini daftarnya! Beli dan kirimkan ke tempat bencana. Cepaaat!"

Ajudan: "Mengangkutnya bagaimana, Pak?"

Pemimpin: "Aduh lambat sekali jalan fikiranmu! Ada ratusan helikopter milik pemerintah dan swasta, kalo perlu pinjem dan sewa ke negri tetangga, kirim peralatan tersebut melalui udara, 1-2 hari harus sudah sampai. Makanya punya pabrik kapal terbang jangan didemo melulu dan jangan ditutup! Ini punya kita, malah dijadikan pabrik panci penggorengan. Kamu bisa naik panci ke tempat bencana! Udah tau negara kita kan negara kepulauan, malah nggak sadar juga! Jangan mikir panci melulu, pikir pesawat!!!"

Label:

Tekstil

Seorang pejabat diminta untuk meresmikan sebuah pabrik tekstil di Jawa Barat,

"Saudara-saudara, dengan bangga saya resmikan pabrik tektil di wilayah Jawa Barat."

Karena terdengar janggal, ajudannya membisikkan ke telinga pejabat itu, "Pak, bukan tektil, tetapi tekstil. Kurang 'S."

Pejabat, “Maaf, Saudara-saudara, dengan ini saya resmikan pabrik tektil dan pabrik es untuk wilayah Jawa Barat!”

Ajudan, “??!!........Alah maaaaak...!!"

Label:

Kerajaan Korupsi

Sebuah kerajaan yang dipimpin oleh raja yang cukup berumur memiliki 3 menteri yaitu menteri Keuangan, menteri pertanian dan menteri pembangunan. Suatu ketika, dia memanggil ketiga menterinya untuk menanyakan sudah sejauh mana perkembangan tentang proyek yang mereka pimpin. Pertama raja bertanya kepada menteri keuangan:

Raja: "Hai menteri, apa yang sudah kamu lakukan....?"

Menteri Keuangan: "Saya sudah melakukan cek terhadap semua isi tabungan kerajaan dan kas kerajaan minus tapi Paduka jangan kuatir kas Paduka selalu bertambah......."

Raja: "Bagus, kalau kamu menteri pertanian?"

Menteri Pertanian: "Saya ada 3 proyek perternakan, yang pertama sapi biasa.....dan semua menghasilkan...tanpa ada kerugian dan pengeluaran......,"

Raja: "Bagaimana mungkin???"

Menteri Pertanian: "Saya beri makan rumput liar kan gratis........, yang kedua sapi impor....... ini sangat menghasilkan semua serba impor........., makannya rumput impor........, susu impor, keju impor sampai air mandinya pun harus diimpor........",

Raja: "Kamu gagal.....!"

Menteri Pertanian: "Tapi masih ada yang mulia.... proyek ketiga..... sangat luar biasa.... semua sapi gemuk dengan biaya pengeluaran yang cukup murah......."

Raja: "Benarkah?"

Menteri Pertanian: "Setiap sapi saya beri uang Rp5000,- terserah mereka mau makan apa. Beres!"

Kemudian Raja bertanya kepada Menteri Pembangunan.......

Menteri Pembangunan: "Semua adil dan merata Paduka... semua proyek pembangunan berjalan lancar..... Proyek pertama saya beri ke anak sulung Paduka dan Proyek kedua saya beri ke anak bungsu
Paduka.”

Raja: "Bagus tapi kamu bodoh, seharusnya kamu berpikir.......... mereka kan sudah dapat warisan dari raja........ seharusnya kamu beri ke cucu saya..... kan belum ada hartanya...."

Label: